Breaking News

Maranak 17, Marboru 18


Sebanyak 70 orang dari keluarga pra-sejahtera dan sejahtera 1 mendapat
pelayanan kontrasepsi mantap (Kontap) secara gratis, Kamis (23/2) di RSU Daerah Dolok Sanggul. Angka ini meningkat, sebab tahun 2005 lalu sudah 50 orang mendapat Kontap.Kegiatan ini merupakan safari KB dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut.

Humbahas merupakan daerah pertama yang mendapat pelayanan sejak BKKBN menerima mobil penerangan dari Jakarta.BKKBN Sumut dipimpin Kasie Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi Drs Datang Sembiring MPHR bersama stafnya Suswanto, Manan Lubis dan Iskandar menyerahkan peralatan KB beserta obat-obatan kepada Kepala Kantor Kependudukan dan KB Humbahas Drs P Sihombing.Turut hadir Asisiten I Pemkab Humbahas M Lumban Gaol SH, Anggota Komisi B bidang Kesra DPRD Humbahas Kamaruli Nababan, Kepala RSU Daerah Dolok Sanggul dr R Siburian serta Kakan Kependudukan dam KB Drs P Sihombing.

M Lumbangaol SH mengatakan, luas Kabupaten Humbahas 2.335,33 Km2 dan terdiri dari 10 kecamatan. Jumlah penduduk tahun 2005 sebanyak 162.923 jiwa dan tahun 2004 saat baru pemekaran berjumlah 158.290 jiwa (pertumbuhan 2,9 %).Komposisi penduduk usia 0-14 tahun 63.574 jiwa (39 %), usia 15-49 tahun 78.855 jiwa (48,4 %), usia 50 tahun ke atas 20.494 jiwa (12,6 %). Kepadatan penduduk tahun 2005 sebesar 69,76 jiwa/Km2, dibanding tahun 2003: 66,06 jiwa/Km2 dan tahun 2004: 67,76 jiwa/Km2.Menurutnya, pertumbuhan itu disebabkan mekarnya daerah tersebut menjadi sebuah kabupaten sehingga para perantau pulang kampung dan menetap di Humbahas. Sebagai kabupaten laju pertumbuhan ekonomi semakin tinggi diiringi tingginya angka kelahiran.Bupati Humbahas telah mencanangkan pembangunan dengan motto “Huta Mas” (Huta Masyarakat Adi Sejahtera).

Salah satu sasaran utamanya memberhasilkan KB. Karena dinilai sangat penting, status Kantor Kependudukan dan KB dinaikkan menjadi Dinas. Meski sulit program KB di Humbahas dinilai berhasil, penyuluh KB ditempatkan di tiap Kecamatan bersinergi dengan camat dan petugas puskesmas. Penyuluh KB berhasil menetralisir image “Maranak 17, Marboru 18 merobahnya menjadi keluarga sehat berkualitas.Kesulitan yang masih dialami adalah masih kentalnya bagi orang Batak harus punya anak laki-laki sebagai pembawa garis keturunan. Pasangan suami istri terus “memproduksi” anak sampai lahir anak laki-laki akibatnya angka kelahiran jadi tinggi. Inilah dilema yang menjadi kendala di Humbahas yang menganut faham patrilinear.

Untuk menjadi aseptor saja sekeluarga harus berunding dahulu. Umumnya keluarga yang belum punya anak laki-laki enggan untuk ber KB, tidak asing di daerah tersebut jadi aseptor saat anaknya berjumlah 9 orang.Namun program Pemkab sudah cukup berhasil di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. Keberhasilan tersebut dibuktikan dengan jumlah aseptor KB tetap pasangan usia subur tahun 2005 11.078 pasangan dari 18.565 pasangan yang ada. Angka kelahiran di Humbahas dapat ditekan, Total Fertility Rate (TFR) adalah 3,4 anak tiap kelahiran seorang ibu.(C-13/RHS/d)
Selanjutnya