Breaking News

Antusiasme Paskah

Medan (SIB)
Sekitar 35 ribu umat Kristiani dari berbagai kalangan dan denominasi gereja yang ada di Sumut bersukacita melantunkan lagu-lagu pujian dan berdoa bersama pada acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Oikumene 2006 bertajuk Kuasa Kesembuhan Illahi bersama Rev John Hartman dari Jakarta, di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (28/4). Tak ketinggalan, puluhan orang lumpuh maupun yang mengidap berbagai penyakit parah dan kambuhan berbondong-bondong naik ke podium untuk minta didoakan dan disembuhkan.

KKR berthema Biarlah Keadilan Bergulung-gulung Seperti Air dan Kebenaran Seperti Sungai yang Selalu Mengalir dihadiri hampir seluruh pucuk pimpinan gereja, lembaga keumatan dan organisasi Kristen yakni PGI Wilayah Sumut, GBI, GAMKI, PGPI, PII, GGBI, Gereja Angklikan, CCA, Orthodoks, GKII, Gereja Advent, Gereja Bala Keselamatan, LPMI, PIKI, GMKI, PWKI, Keuskupan Agung Medan, Perkantas dan KMK, yang menggambarkan persatuan Gereja-gereja di Sumut semakin kuat.

Dalam KKR Paskah yang baru pertama kalinya digelar di Medan itu dihadiri tokoh masyarakat Sumut DR GM Panggabean beserta ibu, Nyonya Gubsu Rudolf Pardede boru Tambunan, sejumlah anggota Legislatif di antaranya John Eron Lumbangaol SE, Burhanuddin Rajagukguk, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Palar Nainggolan, Drs Tahan Manahan Panggabean, anggota DPR RI Yasona Laoli, PhD.

Dari kalangan gereja dan lembaga keumatan gereja terlihat Ketua PGI JA Ferdinandus, Praeses HKBP Distrik Sumut-Aceh Pdt Midian KH Sirait, Pdt Elim Simamora dari PII Sumut, Pdt DL Simatupang dari GGBI Sumut, Pdt Gozali dari PGPI Medan, Pdt Moses dari Gereja Anglikan, Pdt Dhahabi Al Fan dari Gereja Ortodoks, Pdt Robert Benediktus dari CWS, Bishop Pdt JH Manurung dari GPP, Ketua PIKI Sumut Nelson Parapat SH, Rektor UHN Ir Patar Pasaribu, para pengurus GAMKI Sumut di antaranya Ketua GAMKI Sumut Ronald Naibaho, Harris Silalahi, Kamser Sitanggang, Alfan Sihombing, Jadi Pane, Benhard Sinaga, Robin Sitepu, dr Frederik Lupini, Krista Hutapea dan lainnya.
KKR tersebut diawali dengan pembacaan narasi Paskah oleh sejumlah pimpinan gereja dari berbagai denominasi yang ada di Medan. Kemudian doa syafaat Paskah disampaikan secara berantai masing-masing Sekum PGI Sumut Pdt Langsung Sitorus, Pdt Moses Alegesan MA, Pdt VE Nainggolan, Pdt R Benediktus.

Kebaktian Paskah itu juga diramaikan dengan persembahan dan iringan lagu-lagu oleh paduan suara PWKI Sumut, Gereja Bethel Indonesia Medan dan paduan suara Concordia Universitas HKBP Nommensen.
Rev John Hartman didampingi istrinya Mary Hartman yang tampil ke pentas membawa khotbah yang dikutip dari Lukas 15: 2- 11 menyerukan kepada seluruh umat Kristiani untuk benar-benar lahir baru dengan perubahan total dari perbuatan yang jahat selama ini menjadi melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dengan mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus.

John Hartman mengutip perumpamaan seorang anak bungsu yang meminta warisan dari orangtuanya dan pergi meninggalkan orangtuanya untuk berfoya-foya di negeri orang. Setelah uang dan warisan yang diperolehnya habis, si anak bungsu tersebut terlunta-lunta karena untuk makan pun tidak ada lagi uang apalagi negeri itu pun sedang dilanda kelaparan. Sehingga, si anak bungsu itu hidupnya hancur, compang-camping dan merana hingga ia rela memakan makanan untuk ternak babi.

Setelah mengalami penderitaan maha berat dalam waktu cukup lama si anak bungsu itu akhirnya teringat kepada Bapaknya dan memutuskan untuk kembali ke rumah bapaknya untuk meminta maaf. “Sebelumnya anak itu ragu bapaknya tidak akan menerimanya lagi. Tapi kenyataannya, si anak bungsu masih terlihat dari kejauhan saja bapaknya langsung menyambut dengan sukacita dan memakaikan anaknya itu pakaian bagus dan berpesta menyambut anak bungsunya yang telah kembali itu,” kata Hartman.

Dengan perumpamaan itu, Pendeta Hartman ingin mengingatkan bahwa Tuhan itu maha pengampun yang menginginkan setiap orang yang benar-benar bertobat dan kembali kepadaNya. Tuhan tidak mengingat lagi kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat manusia bila benar-benar bertobat dan lahir baru.

Bahkan Tuhan kata Hartman selalu mencari orang-orang yang tersesat, berdosa dan berbeban berat untuk kembali ke rumah Allah Bapa. John Hartman berseru, maka kembalilah ke rumah Tuhan. Tuhan menunggumu. Bertobatlah karena kerajaan Tuhan telah dekat, Halleluya!” pekik Hartman disambut gemuruh umat yang membanjiri Lapangan Merdeka.
Hartman mengatakan, orang yang lahir baru pasti berubah, artinya tidak sama seperti sebelumnya. Orang yang sudah lahir baru sudah dibungkus oleh darah Yesus. “Inilah perbedaannya, setelah Dia masuk ke dalam diri saya, saya sudah berubah. Kenapa? Karena kuasa Tuhan. Hal yang sama akan terjadi dalam dirimu. Dan kamu harus membuat keputusan yang berkualitas dengan meninggalkan hal-hal duniawi dan bersiap-siap menerima segalanya dari kuasa Tuhan,” katanya.

Manusia yang lahir baru atau bertobat kata Hartman harus meninggalkan hal-hal duniawi, tinggalkan obat-obat terlarang, minuman keras, tinggalkan hidup yang lara tapi harus hidup dengan Tuhan. Karena tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan bila bersama dengan Tuhan.

Sudah waktunya kita tidak mendengarkan perkataan manusia dan doktrin-doktrin dari orang sesat. Tapi mendengarkan Tuhan, karena Tuhan Yesuslah yang tergantung di kayu salib dan telah memberikan hidupNya bagi manusia.

“Bukan Tuhan yang memberikan penyakit atas dirimu, tetapi iblis. Lihatlah Tuhan telah banyak berkorban atas dirimu melalui bilur-bilurnya engkau telah disembuhkan, Halleluya! Saya benci sama iblis, dia membuat orang yang baik jadi orang jahat. Dia ingin menjadikan orang masuk neraka, tapi lihat Tuhan yang memiliki kebenaran dan mendampingi orang yang percaya kepadaNya,” ucapnya.

Hartman menyatakan, Tuhan telah membuka pintu di Medan dan sudah waktunya sekarang iblis harus ke luar dari Medan. Umat Kristen diminta sudah waktunya melawan iblis, mengusir iblis ke luar dari Medan. “Mari kita sekarang membutakan iblis itu dan mengingat nama Tuhan, Amen. Jangan mau diserang iblis itu, tapi seranglah iblis itu kata Hartman disambut ribuan tepuk tangan umat dan semua Haleluya..
Sebelumnya Ketua Panitia Sihar Cibro dalam sambutannya mengatakan, KKR itu baru pertama kali dilaksanakan secara bersama-sama secara oikumenis dalam rangka merayakan Paskah. Antusiasnya puluhan ribu umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja yang ada kata Cibro, menunjukkan bahwa gereja-gereja saat ini tidak lagi dibatasi tembok pemisah.

“Kita melihat KKR ini sudah sangat luar biasa dimana berbagai kalangan gereja hadir. Dalam kata sambutannya, ia pun menyampaikan pesan Pak GM Panggabean, bahwa KKR ini baru permulaan, hendaknya KKR seperti ini bisa diteruskan ke masa mendatang,” kata Cibro.
Sementara itu, Ketua GAMKI Sumut Ronald Naibaho dalam pidatonya yang penuh semangat mengajak seluruh umat Kristiani untuk bersatu mencapai keselamatan, karena firman Tuhan menyebutkan, dimana ada salib di situ ada kebangkitan dan dimana ada penyakit pasti ada penyembuhan.

Ronald juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil hingga terlaksananya acara yang akbar ini, terutama kepada Pak GM Panggabean selaku Penasihat Panitia yang telah banyak memberikan advis maupun dorongan dan bimbingan. “Salib adalah kebangkitan”, seru Ronald Naibaho disambut tepuk tangan dan semua Haleluya.
Pada acara itu, pimpinan-pimpinan gereja bergantian menyampaikan sambutan dimulai oleh Sekjen PGI Wilayah Sumut Pdt DR Langsung Sitorus yang juga menyinggung masalah-masalah yang dihadapi negara dan bangsa kita pada dewasa ini.

KKR Paskah ini telah berlangsung sangat meriah dan luar biasa. (A13/B3/DEH/c)
Selanjutnya

Mau Belajar Aksara Batak?? Klik Di sini