Breaking News

Burhanuddin Napitupulu dalam PBI: Mengkikis Fanatisme Suku, Mengedepankan Pluralisme

Burhanuddin Napitupulu di arahannya pada rapat kerja dan seminar Persatuan Batak Islam (PBI) di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan meminta semua elemen bangsa untuk menghapus fanatis sempit hal terkait suku, agama, antargolongan dan ras. Katanya, penyebutan suku dan agama hendaknya jadi perekat.


Di acara itu 6 guru besar menjadi pembicara di seminar dan rapat kerja Persatuan Batak Islam (PBI) yang digelar Dewan Pimpinan Pusat PBI di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, Minggu (15/6). Keenamnya adalah Prof Dr H Hasballah Thaib MA yang pengasuh Pesantren Al Manar dengan kajian Simbiotika Dakwah Bilsan Bilhal dan Bilkitabah, Prof Dr H Syahrin Harahap MA yang rektor Universitas Al Washliyah dengan kupasan Dakwah Islam dan Akidah, Prof Dr Hasan Bakti MA yang Sekretaris MUI Sumut dengan kupasan Urgensi Peta Dakwah Islam, Prof Dr H Syukur Khilil Dalimunthe MA dengan kupasan Strategi Dakwah dalam Era Globalisasi, Prof Dr H Ramli AW MA yang Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN yang mengupas Ukhuwah Islamiyah dan Konteks Dakwah, Dr Hasan Ashari MA yang Direktur Pasca Sarjana IAIN dengan kupasan Pribumisasi Dakwah Islam.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar dan raker DPP PBI Prof Dr H Aslim D Sihotang SpM mengatakan, seminar yang mengupas topik itu terinspirasi dari dinamisasi kehidupan orang Batak yang meskipun lain keyakinan dapat rukun dan saling membahu dalam membangun ke depan.

Didampingi sejumlah tokoh antaranya ketua Umum DPP PBI Prof Dr H Abdul Muin Sibuea MPd, mantan hakim Zainab Tampubolon, sekretaris umum DPP PBI Drs Zulfadly Sirait, wakil ketua panitia seminar Prof Dr Harun Sitompul MPd, Mayjen Simanungkalit, Agus Salim Ujung, RE Sitompul dan wartawan tiga zaman Mohammad twh.

Prof Dr H Abdul Muin Sibuea MPd menambahkan, rapat kerja diikuti oleh fungsionaris inti pbi dari kota kabupaten se-Sumut serta undangan VIP dengan total peserta 200 orang.