Breaking News

Sampel Flu Burung Dicuri Asing

08 Feb 07 04:12 WIB
Sampel Genetik Flu Burung Indonesia Dicuri Negara Lain
Jakarta, WASPADA Online


Sampel genetik flu burung berasal dari Indonesia, namun dicuri negara lain untuk kemudian digunakan membuat vaksin flu burung. Ironisnya vaksin tersebut kemudian dijual lagi ke Indonesia. ''Untuk mencegah hal itu terulang kembali, pemerintah akan menerapkan Material Transfer Agreement (MTA) saat melakukan pengiriman spesimen (sampel genetik) ke negara lain atau WHO. MTA akan mengatur untuk membuat spesimen yang kita kirimkan tidak dikomersilkan,'' kata Menkes Siti Fadilah Supari dalam jumpa pers pengembangan vaksin flu burung di kantornya, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/2).

Menurut menteri asal Solo ini, pengetatan pengiriman spesimen itu dilatarbelakangi karena beberapa negara seperti Amerika dan Australia tiba-tiba memproduksi vaksin flu burung dengan virus dari Indonesia tanpa seizin pemerintah RI. Vaksin itu selanjutnya dijual ke Indonesia.

"Itu tidak fair. Kan tidak lucu, masak yang punya virusnya kita, yang sakit kita, vaksinnya harus beli dari negara lain," keluh Siti. Untuk itu, Siti telah mengusulkan kepada WHO untuk memasukkan klausul yang menyatakan spesimen yang dikirimkan benar-benar untuk keperluan diagnosis bukan untuk kebutuhan komersial. "Mei 2007 WHO akan memasukkan klausul itu," katanya. Menurut Siti, pemerintah juga sudah mengatur MTA dalam PP No. 39/1995 dan PP No. 41/2006. Apakah berniat menuntut negara yang memproduksi vaksin flu burung tanpa izin Indonesia? "Akan kita pertimbangkan," tukas Siti.

Pemetaan
Sementara itu, dari pemetaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Medan terhadap 16 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada diperoleh hasil sekitar 75% daerah pemukiman penduduk terdapat unggas. "Sedangkan pemetaan di lima kecamatan belum selesai," kata Kadis Kesehatan Kota Medan dr. Umar Zein.

Dia menjelaskan, hasil pemetaan di 16 kecamatan itu menunjukkan bahwa pemukiman pinggiran banyak ditemukan unggas yang dipelihara warga itu seperti ayam dan itik yang bebas berkeliaran. Di pusat kota seperti kawasan Kelurahan Pasar Baru, Jln Thamrin, Jln Asia, Jln. Pemuda dan lain-lain tidak ditemukan unggas. ''Khusus di kawasan Kelurahan Pasar Baru banyak ditemukan unggas liar yang hinggap di kabel listrik pada malam hari. Kondisi ini juga perlu diwaspadai," ujarnya.

Belum Selesai

Umar mengakui masih ada Puskesmas di lima kecamatan yakni Medan Baru, Medan Area, Medan Labuhan, Medan Barat dan Medan Denai belum selesai melakukan pemetaan "Salah satu kendala belum selesainya hasil pemetaan tersebut karena masih ada petugas Puskesmas yang belum mengerti bagaimana cara melakukan pemetaan. Namun diperkirakan dalam beberapa hari ini mereka selesai melakukan pemetaan,'' katanya.